Soal HOTS Boleh Diterapkan Namun Harus Diimbangi dengan Peningkatan Kemampuan Guru dan Siswa

masukkampus

Penerapan soal model Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran matematika SMA/MA yang dirasakan terlalu sulit, mendapat banyak respon dari peserta ujian dan menjadi viral di media sosial. .
Kebijakan penerapan soal model HOTS dimaksudkan untuk melatih anak-anak berpikir kritis, kreatif, dan analitis, namun ada prinsip-prinsip HOTS yang belum sepenuhnya diterapkan dalam menyusun soal ujian. Oleh karena itu penerapan soal model HOTS dalam UN perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. .
Demikian catatan penting dari rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan UNBK pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada hari Jumat, 20 April 2018 di Jakarta. Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Wijaya Kusumawardhana Asisten Deputi Pendidikan Mengenah dan Keterampilan Bekerja.
.
.
“Tujuan evaluasi pelaksanaan UNBK ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dan kendala yang terjadi selama pelaksanaan UNBK dan untuk merespon banyaknya tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan UNBK tersebut, sehingga kita bisa melakukan perbaikan pada pelaksanaan UN di masa depan”, ucap Wijaya
.
“Soal Matematika jenjang SMA/MA yang dirasakan terlalu sulit, sehingga banyak beredar keluhan di media sosial. Demikian juga adanya keluhan soal UN yang tidak sesuai dengan kisi-kisi dan soal uji coba atau try out”, ucap Wijaya sambil menambahkan perlunya penjelasan tentang hal ini kepada masyarakat. .
.
Tujuan soal model HOTS dalam asesmen, tambah Ketua BSNP, adalah untuk mendorong siswa melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses hapalan, tanpa mengetahui konsep keilmuan. HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kepala LLDIKTI, Prof Jasruddin Minta Siswa dalam Memilih Jurusan untuk Melihat Akreditasinya

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin MSi dalam rilis yang diterima tribun-timur.com menegaskan bahwa dalam menentukan jurusan yang ingin diambil, siswa harus melihat terlebih dahulu akreditasi Jurusan tersebut dan akreditasi Institusinya. hal tersebut saat membuka Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Versi 3.0, di Aula […]

Subscribe US Now